Selasa, 18 Maret 2014

Fraksi Minyak Bumi dan Kegunaanya

Fraksi Minyak Bumi
Senyawa hidrokarbon, terutama parafinik dan aromatik, mempunyai trayek didih masing-masing, dimana panjang rantai hidrokarbon berbanding lurus dengan titik didih dan densitasnya. Semakin panjang rantai hidrokarbon maka trayek didih dan densitasnya semakin besar. Jumlah atom karbon dalam rantai hidrokarbon bervariasi. Untuk dapat dipergunakan sebagai bahan bakar maka dikelompokkan menjadi beberapa fraksi atau tingkatan dengan urutan sederhana sebagai berikut:
  1. Gas
    Rentang rantai karbon : C1 sampai C5
    Trayek didih : 0 sampai 50°C
  2. Gasolin (Bensin)
    Rentang rantai karbon : C6 sampai C11
    Trayek didih : 50 sampai 85°C
  3. Kerosin (Minyak Tanah)
    Rentang rantai karbon : C12 sampai C20
    Trayek didih : 85 sampai 105°C
  4. Solar
    Rentang rantai karbon : C21 sampai C30
    Trayek didih : 105 sampai 135°C
  5.  Minyak Berat
    Rentang rantai karbon dari C31 sampai C40
    Trayek didih dari 130 sampai 300°C
  6. Residu
    Rentang rantai karbon diatas C40
    Trayek didih diatas 300°C
Kegunaan Fraksi-Fraksi Minyak Bumi
  1. Gas
    Kegunaan: Gas tabung, BBG, umpan proses petrokomia.
  2. Gasolin (Bensin)
    Kegunaan : Bahan bakar motor, bahan bakar penerbangan bermesin piston, umpan proses petrokomia
  3. Kerosin (Minyak Tanah)
    Kegunaan: Bahan bakar motor, bahan bakar penerbangan bermesin jet, bahan bakar rumah tangga, bahan bakar industri, umpan proses petrokimia
  4. Solar
    Kegunaan: Bahan bakar motor, bahan bakar industry
  5. Minyak Berat
    Kegunaan: Minyak pelumas, lilin, umpan proses petrokimia
  6. Residu
    Kegunaan: Bahan bakar boiler (mesin pembangkit uap panas), aspal, bahan pelapis anti bocor.
sumber : http://dianarosee2013.wordpress.com/2013/05/23/fraksi-minyak-bumi-minyak-mentah-crude-oil-sebagian/

Selasa, 11 Maret 2014

Perbedaan Fludized bed dan Fix bed Reactor

Fixed Bed Reactor
Fixed Bed Reactor katalitik dapat didefinisikan sebagai suatu tube silindrikal yang dapat diisi dengan partikel-partikel katalis. Selama operasi, gas atau liquid atau keduanya akan melewati tube dan partikel-partikel katalis, sehingga akan terjadi reaksi. Fixed bed reactor adalah reaktor yang dalam prosesnya mempunyai prinsip kerja pengontakan langsung antara pereaktan dengan partikel-partikel katalis. Fixed bed reactor biasanya digunakan untuk umpan (pereaktan) yang mempunyai viskositas kecil.
Kelebihan Fixed Bed Reactor
•    Dapat digunakan untuk mereaksikan dua macam gas  sekaligus
•    Kapasitas produksi cukup tinggi
•    Pemakaian tidak terbatas pada kondisi reaksi tertentu (eksoterm atau endoterm) sehingga pemakaian lebih fleksibel
•    Aliran fluida mendekati plug flow, sehingga dapat diperoleh hasil konversi yang tinggi
•    Pressure drop rendah
•    Oleh karena adanya hold-up  yang tinggi, maka menghasilkan    pencampuran radial yang lebih baik dan tidak ditemukan pembentukan saluran (channeling)
•    Pemasokan katalis per unit volum reaktor besar
•    Hold up  liquid tinggi
•    Katalis benar-benar dibasahi
•    Kontrol temperature lebih baik
•    Transfer massa gas-liquid lebih tinggi daripada reaktor trickle bed karena interaksi gas-liquid lebih besar
Kekurangan Fixed Bed Reactor
•    resistansi difusi intra partikel sangat  besar
•    rate transfer massa dan transfer panas rendah
•    pemindahan katalis sangat sulit dan memerlukan shut down alat
•    konversi lebih rendah
•    ada kemungkinan terjadi reaksi samping homogen pada liquid
•    pressure drop tinggi
Bentuk Fixed Bed reactor dapat dibagi menjadi :
1. Single Bed
Sebagai penyangga katalisator dipakai butir-butir alumunia (bersifat inert terhadap zat pereaksi) dan pada dasar reactor disusun dari butir yang besar makin keatas makin kecil, tetapi pada bagian atas katalisator disusun dari butir kecil makin keatas makin besar.
2. Multi tube
Katalisator diisi lebih dari satu tumpuk katalisator, fixed bed dengan katalisator lebih dari satu tumpuk banyak dipakai dalam proses adiabatic. Jika reaksi yang terjadi sangat eksotermis pada konversi yang masih kecil suhu gas sudah naik sampai lebih tinggi dari suhu maksimum yang diperbolehkan untuk katalisator, maka gas harus di dinginkan terlebih dahulu kedalam alat penukar panas diluar reactor untuk di dinginkan dan selanjutnya dialirkan kembali ke reaktor melalui tumpukan katalisator kedua, jika konversi gas yang keluar dari tumpukan kedua belum mencapai yang direncanakan, tetapi suhu gas sudah lebih tinggi dari yang diperbolehkan maka dilakukan pendinginan lagi dengan mengalirkan gas kea lat penukar panas kedua kemudian di kembalikan ke reactor yang masuk melalui tumpukan katalisator ketiga dan seterusnya sampai diperoleh konversi yang diinginkan. Jika reaksi bersifat endotermis maka penukar panas diluar reactor dapat digunakan untuk pemanas gas reaksi.
Fluidized Bed Reactor
Fluidized Bed Reactor adalah adalah jenis reaktor kimia yang dapat digunakan untuk mereaksikan bahan dalam keadaan banyak fasa. Reaktor jenis ini menggunakan fluida (cairan atau gas) yang dialirkan melalui katalis padatan (biasanya berbentuk butiran-butiran kecil) dengan kecepatan yang cukup sehingga katalis akan terolak sedemikian rupa dan akhirnya katalis tersebut dapat dianalogikan sebagai fluida juga. Proses ini, dinamakan fluidasi. Fluidized Bed Reaktor dapat digunakan untuk pencampuran dan pemisahan antar fasa.
 Kelebihan:
•    Terjadinya regenerasi secara kontinyu.
•    Reaksinya memiliki efek panas yang tinggi.
•    Suhunya konstan sehingga mudah dikontrol.
Kekurangan:
•    Partikel mengalami keausan yang dapat menyebabkan mengecilnya ukuran partikel yang berada di dalam reaktor dan ikut mengalir bersama aliran gas sehingga perlu digunakan alat cyclone separators dan aliran listrik yang disambungkan pada garis antara reaktor dan generator.
•    Adanya peningkatan keabrasivan dimana penyebabnya adalah partikel padat di dalam proses cracking pada fluidized bed.
•    Tidak mempunyai fleksibilitas terhadap perubahan panas.
•    Rancang-Bangun kompleks  sehingga biaya mahal
•    jarang digunakan di (dalam) laboratorium
Kapan alat ini digunakan?
•    Partikel fluidized sangat kecil
•    Konsentrasi intra partikel dan gradien temperaturnya diabaikan
•    Ketika terjadi regenerasi katalis dan reaksinya memiliki efek panas yang tinggi. Biasanya diameter reaktor 10-30 ft.
•    Reaktor dimana katalisnya terangkat oleh aliran gas  reaktan.
•    Operasinya: isotermal.
•    Perbedaan dengan Fixed bed: pada Fluidized bed jumlah  katalis lebih sedikit dan katalis bergerak sesuai kecepatan aliran gas yang masuk serta memberikan luas  permukaan yang lebih besar 
sumber : afbol










Kamis, 06 Maret 2014

Mengukur Ketinggian Hanya Dengan Sebuah Batu ??? BISAKAH ???

Percayakah kalian jika kita bisa mengukur ketinggian hanya dengan sebuah batu? Mungkin ada yang percaya dan ada juga yang tidak. Untuk mengetahui jawabanya  silakan baca penjelasannya berikut ini.
Biasanya  untuk mengukur ketinggian (misalnya ketinggian gedung ) menggunakan meteran . namun ada cara lain yang bisa kita gunakan untuk mengukur ketinggian, yakni dengan menggunakan sebuah batu dengan alat bantuan stopwatch. Pengukuran ketinggian dengan menggunakan batu ini berdasarkan prinsip hukum gerak jatuh bebas yang dikemukakan oleh Newton dengan persamaan sebagai berikut:
h= ½(g x t2)
jadi disini batu hanya digunakan untuk mengukur berapa lama batu tersebut jatuh dari ketinggian yang akan kita ukur dibantu stopwatch.. Ukuran batu tidak mempengaruhi lamanya batu sampai ke permukaan tanah ketika dijatuhkan,  g , merupakan gaya gravitasi, namun pada umunya besaranya adalah sekitar 9,8 m/s2.
Contoh :
Saya ingin mengukur ketinggian sebuah gedung, lalu saya ambil sebuah batu (ukuran batu terserah mau besar atau kecil)  dan stopwatch kemudian saya naik keatas gedung tersebut. dari atas gedung kemudian saya menjatuhkan batu tersebut sambil menghidupkan stopwatch untuk mencatat berapa lama waktu yang dibutuhkan batu hingga sampai ke permukaan tanah. Misalkan waktunya adalah 10 detik, maka berapa ketinggian gedung tersebut?

waah itu simpel, tinggal masukin aja kerumus gerak jatuh bebas

h = ½ [ 9,8 x (10)2]  
   = 490 meter
Jadi ketinggian gedungnya 490 meter
Sangat simpel ya hehe, anda juga bisa menggunakan cara ini untuk mengukur tinggi badan atau yang lainnya deh. Tapi perlu diingat penggunaan teknik ini tidak seakurat menggunakan meteran, karena gaya gravitasi tiap lokasi tidaklah sama 9,8 m/s2


By : Davit Susanto

Senin, 03 Maret 2014

Istilah-Istilah mengenai Humidifikasi

Humidifikasi : merupakan proses penambahan kadar air dalam gas/udara
Dehumidifikasi : merupakan kebalikan dari proses humidifikasi yakni pengurangan kadar air dalam gas /udara
Dew Point   ttitik atau temperatur  dimana udara/gas mulai mengembun.
Bubble Point  adalah temperatur dimana gelembung uap pertama kali terbentuk di dalam
cairan pada saat dipanaskan seseuai dengan tekanan yang diberikan. Atau dapat dinyatakan sebagai tempertur dimana cairan mulai membentuk gelembung uap sesuai dengan tekanan yang diberikan.

Dry bulb Temperaure (Temperatur bola kering) temperatur udara yang diukur dalam keadaan bebas dari kandungan uap air.
Wet bulb Temperatur (Temperatur bola basah) merupakan temperatur kesetimbangan yang dicapai apabila sejumlah kecil cairan diuapkan ke dalam jumlah besar campuran uap-gas yang tidak jenuh
Temperatur Kritis (Critical Temperature)  adalah temperatur minimal dimana gas tidak dapat dicairkan pada tekanan kritisnya. Pada tekanan berapapun jika temperaturnya berada diatas temperatur kritisnya tidak akan dapat dicairkan. Dapat juga dikatakan bahwa zat yang berada pada temperatur kritisnya panas penguapannya sama dengan nol, dengan demikian tidak jelas fasenya, apakah sebagai fase cair ataukah sebagai fase gas.
Tekanan Kritis (Critical Pressure) adalah tekanan minimal yang diperlukan untuk mencairkan gas pada temperatur kritisnya.

Fluida superkritis (Supercritical Fluid) zat /fluida yang berada pada kondisi diatas temperatur dan tekanan kritis
SUMBER : dari berbagai sumber

Senin, 08 Juli 2013

Produksi Hidrogen dengan proses FUKAI (Production Hydrogen by Fukai Process)


Environmental Research Institute Jepang, mengumumkan suatu terobosan teknologi baru dengan proses FUKAI, yaitu cara memperoleh hidrogen yang diklaim lebih murah dan lebih efisien dari cara-cara sebelumnya.
Proses FUKAI, mengunakan bahan dasar mineral alam yang mengandung aluminium atau magnesium. Bahan proses ini merupakan bahan yang menjadi kepemilikan FUKAI, disebut sebagai “unit pembangkit air fungsional”. Saat bahan proses ditambahkan ke dalam air baku, seperti air ledeng rumahan biasa, bahan akan mendidihkan dan merubah air baku menjadi "air fungsional", fungsi bahan yang memperlemah ikatan antara atom-atom pembentuk molekul air, sehingga mudah terurai.

 Perolehan penguraian adalah 2 liter gas hidrogen per gram aluminium, atau 3,3 liter gas hidrogen per gram magnesium. FUKAI juga mengklaim bahwa biaya produksi hidrogen yang cukup untuk menghasilkan daya energi sebesar 1 kWh listrik adalah sekitar US$0.18 (18 sen dolar). Biaya tersebut akan menurun apabila bahan mineral dipakai-ulang.

 Teknologi ini tidaklagi difasilitasi oleh bahan yang lain, seperti oleh penambahan bahan bakar berbasis petroleum, atau melaui proses yang menghasilkan gas CO2 seperti pada penguraian uap air oleh panas bahan bakar. Proses ini lebih efisien dalam hal energi dibandingkan elektrolisis, serta tidak memerlukan penanaman yang membutuhkan lahan luas seperti halnya sistem proses penguraian berbasis masa-bio.

 Pemanfaatan kelanjutan teknologi ini memungkinkan untuk digunakan dsebagai pengganti bahan bakar minyak dan listrik dalam penggunaan otomotif. FUKAI mendorong terus penelitian lanjutannya untuk mencapai penguraian tanpa membutuhkan biaya proses lagi, serta lebih memudahkannya untuk diproses di dalam rumah-tangga.

 Teknologi yang dikembangkan oleh Toshiharu FUKAI ini dipublikasikan dan didemonstasikan pada konferensi pers Senin, 25 Oktober 2010 diNew York City.

Source: http://senyumsimetri.blogspot.com/2012/12/perkembangan-produksi-hydrogen-fuel.html

Minggu, 02 Desember 2012

Trisula Energi Indonesia Pengganti Minyak dan Gas Bumi



Hallo Sobat Bumi

          Energi merupakan hal yang mutlak dibutuhkan manusia. Tanpa energi, manusia tidak dapat melakukan apa-apa. Semakin menipisnya cadangan minyak maupun gas bumi menuntut manusia untuk menemukan sumber energi baru ataupun terbarukan mengingat bahan bakar fosil yang kita gunakan hingga saat ini bersifat tidak dapat diperbaharui (unrenewable energy). Jika minyak dan gas bumi habis. Apakah yang akan terjadi?
          Pada dasarnya Indonesia merupakan negara yang sangat beruntung dibandingkan negara-negara lain didunia, mengapa? Karena Indonesia telah dianugerahi oleh Tuhan potensi-potensi sumber energi yang sangat berlimpah. Ada 3 potensi besar energi yang ada di Indonesia selain minyak dan gas bumi yaitu yang saya sebut dengan Trisula Energi Indonesia. 

Trisula energi Indonesia tersebut meliputi energi angin, cahaya, dan geotermal.

1. Energi Angin

Indonesia merupakan negara yang memilki garis pantai yang mencapai 81.000 km atau terpanjang keempat didunia , bisa anda bayangkan begitu panjangnya garis pantai negara kita. Seperti yang kita ketahui sobat bumi, jika dipantai selalu dilewati angin, maka bisa kita bayangkan besarnya potensi energi angin yang dihasilkan. Menurut data cetak biru (blue print) Energi Nasional departemen ESDM, total potensi energi angin diperkirakan mencapai 9 GW atau sebesar 9000 MW. Peta estimasi potensi angin (ketinggian standar 10 m), mengkategorikan kecepatan angin rata-rata di Indonesia (0-4,4) m/s, (4,4-5,1) m/s dan (5,1- 5,6) m/s. Data dari stasiun pengukuran BMG, menunjukkan 50 lebih lokasi memiliki kecepatan angin (3-5) m/s; sementara hasil pengukuran LAPAN menunjukkan 30 lebih lokasi memiliki kecepatan angin juga antara (3-5) m/s. walaupun kecepatanya relatif terbatas, namun hal tersebut dapat diatasi dengan menambah ketinggian kincir angin. Sebagai contoh, penambahan ketinggian dari 10 hingga 24 m (untuk Desa Bungaiya, pulau Selayar), kecepatan angin rata-rata akan meningkat dari 3,8 menjadi 5,5 m/s atau sekitar 44 persen, dan daya angin meningkat sekitar 156 persen (Syahrul ). Potensi yang besar tersebut alangkah baiknya jika dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga kita dapat berdaulat dibidang energi.
2. Energi Cahaya

Sobat bumi, sekali lagi kita patut bersyukur pada Tuhan, karena negara kita Indonesia berada di garis katulistiwa. Karena hal tersebut sehingga negara kita mendapat sinar matahari lebih lama dibandingkan negara-negara lainnya khususnya negara-negara di belahan bumi utara. Sebagai wilayah yang dilalui garis khatulistiwa, Indonesia menerima radiasi yang cenderung tegak lurus dibanding wilayah lain dimuka bumi. Sehingga memberikan kontribusi besar dalam pemanfaatan energi surya.Selain itu karena matahari menyebar ke segala arah, maka daerah terpencil di Indonesia pun dapat menikmati listrik dari konversi cahaya tersebut. Energi cahaya atau surya merupakan energi yang tak terbatas, Potensi energi surya di Indonesia sangat besar yakni sekitar 4.8 KWh/m2 atau setara dengan 112.000 GWp, namun yang sudah dimanfaatkan baru sekitar 10 MWp (Esdm,2012).  Jika pengembangan energi cahaya tersebut dimaksimalkan, bukan tidak mungkin Indonesia akan swasembada energi.

3. Energi Geotermal (Panas Bumi)

Sobat bumi, negara kita benar-benar negara yang beruntung, kenapa saya bilang begitu, karena selain energi angin dan cahaya yang kita peroleh secara gratis dari Tuhan, ternyata Indonesia juga memilki potensi energi panas bumi yang sangat besar, bahkan terbesar didunia (ESDM,2012), ini merupakan peringkat yang membanggakan, Jika selama ini Indonesia dikenal sebagai negara terkorup, sekarang kita bisa bangga karena Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi energi panas bumi terbesar didunia dengan potensi mencapai 29.038 MW yang tersebar di 276 titik (Badan Geologi, Desember 2010) atau 40% dari potensi panas bumi dunia namun pemanfaatanya baru mencapai 4 %. 

            Itulah trisula energi Indonesia, sungguh luar biasa potensi yang kita miliki. Yang juga perlu sobat bumi ketahui, ketiga potensi energi yang telah saya sebutkan diatas tadi merupakan energi yang ramah lingkungan, atau tidak menghasilkan polusi serta untuk energi angin dan cahaya jumlahnya tidak terbatas, artinya kita dapat memperolehnya secara gratis dan juga Indonesia tidak perlu lagi mengekspor minyak ataupun gas yang harganya mahal, sehingga dana yang biasanya digunakan untuk ekspor minyak ataupun gas dapat dialihkan ke bidang lainnya seperti bidang pendidikan. walaupun investasi ketiga energi tersebut relatif besar, namun jika kita melihat manfaat kedepannya yang sangat besar bahkan melampaui investasi awal tersebut saya kira investasi besar tersebut bukanlah menjadi masalah. Coba sobat bumi bayangkan, Ketiga energi tersebut yakni angin, cahaya, dan panas bumi yang kita miliki diperoleh secara gratis, maka biaya konsumsi energi yang kita gunakan akan murah juga sehingga secara tidak langsung akan berdampak terhadap peningkatan  perekonomian Indonesia.


Selasa, 13 November 2012

Bumi Berputar(1600km/jam) Namun Kenapa Kita Tidak Merasakanya

Kita semua tentu tahu bahwa bumi berotasi/berputar terhadap porosnya serta berevolusi mengitari matahari, namun mengapa kita tidak merasakan bahwa bumi itu berputar? mengapa tidak ada goncangan sedikit pun yang terjadi, atau kenapa kita tidak merasakan pusing?. coba anda berputar-putar terus menerus tentu anda akan mengalami pusing, namun kenapa kita tidak merasakan pusing saat bumi berotasi/berputar? Baiklah berikut penjelasan ilmiahnya.
Sesuai dengan hukum Newton yang pertama bahwa "benda akan tetap diam atau tetap  bergerak konstan jika tidak diberi gaya dari luar

Sebelumnya utnuk mempermudah pemahaman kita  tentang hukum 1 newton tersebut, misalkan ada sebuah batu diletakan diatas meja, maka batu tersebut tidak akan bergerak jika tidak ada gaya/dorongan yang diberikan kepada benda tersebut. ataupun juga benda akan tetap bergerak konstan /tetap jika tidak diberi gaya dari luar.
Kenapa Kita tidak bisa merasakan bumi itu berputar? hal itu dikarenakan bumi berputar dengan kecepatan konstan/tetap. Untuk mempermudah pemahaman kita, perhatikan ilustrasi berikut ,misalkan kita berada didalam  kapal laut yang bergerak dengan kecepatan konstan/tetap dengan mata tertutup, apakah anda menrasakan bahwa kapal tersebut bergerak.  tentu kita akan merasakan seolah-olah kapal tersebut tidak bergerak, demikianlah halnya dengan bumi, walaupun bumi berotasi/berputar dengan kecepatan tinggi 1600 km/jam kita tidak merasakan pusing ataupun goncangan karena bumi berputar  dengan kecepatan konstan. kita baru akan merasakan goncangan atau pusing jika bumi ditabrak oleh benda asing dari angkasa, karena tabrakan tersebut membuat kecepatan bumi menjadi tidak konstan.

By: Davit Susanto
Sumber :dari R.L Wolke

Jumat, 09 November 2012

Prinsip Kerja Energi Nuclear

Mungkin sebagian besar kaum awam masih bertanya-tanya apa sih energi nuklir itu. Pertanyaan itu muncul karena tidak lama ini isu mengenai energi nuklir di indonesia sedang marak diperbincangkan baik dimedia elektronik maupun media cetak. pembahasan mengenai energi nuklir tersebut bukan tanpa alasan, hal tersebut mengingat krisis energi yang sedang melanda dunia tidak terkecuali di indonesia. Kecenderungan manusia menggunakan energi dari bahan bakar fosil menjadi masalah utama dalam krisis energi mengingat energi bahan bakar fosil tersebut bersifat renewable (tidak dapat diperbaharui). semakin menipisnya cadangan minyak bumi didunia mendorong manusia harus segera mencari alternatif energi lain salah satunya energi nuklir.energi nuklir sesuai dengan namanya berasal dari nucleous yaitu berarti inti, jadi dapat kita katakan bahwa energi nuklir merupakan energi inti.biasanya unsur yang digunakan dalam energi nuklir yaitu uranium.dalam peroses nya atom uranium tersebut ditembaki oleh neutron yang kemudian memecah atom uranium tersebut menjadi dua unsur yang berbeda biasanya berupa kripton dan barium selain itu juga dihasilkan 3 neutron.dalam peroses pemecahan atom uranium tersebut di sebut dengan reaksi fisi dimana dalam reaksi tersebut dilepaskan energi panas yang tinggi.besaran energi tersebut dapat kita perkirakan sesuai dengan hukum einstein dimana E=ΔMC2  dimana ΔM adalah massa uranium sebelum reaksi-massa sesudah reaksi dan C merupakan kecepatan cahaya dimana besaranya 3 x 10^8 m/s.hasil panas dari reaksi fisi tersebut kemudian digunakan untuk memanaskan air dimana uap air tersebut akan menggerakan turbin sehingga dihasilkanlah energi listrik.

By: Davit Susanto

Sabtu, 03 November 2012

Apakah panas yang jumlahnya besar akan mengalir ke panas yang jumlahnya lebih kecil?

Panas adalah bentuk akhir energi, yakni bentuk yang akhirnya diambil semua bentuk energi lain. Panas adalah energi, sedangkan temperatur merupakan cara kita mengatakan kepada orang lain seberapa padat konsentrasi panas pada suatu benda. Seperti yang sering kita dengar bahwa segala sesuatu secara alami mengalir dari tingkat tinggi ke tingkat yang lebih rendah, sebagai contoh udara mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan yang lebih rendah, demikian juga halnya dengan air yang selalu mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Apakah panas yang jumlahnya besar akan mengalir ke panas yang jumlahnya lebih kecil? mungkin sebagian kita akan menjawab Ya, namun sebenarnya jawabanya adalah “Bisa Ya atau Tidak” untuk mempermudah pemahaman tersebut alangkah baiknya kita melihat analogi  dibawah ini:
seperti yang kita ketahui bahwa air akan mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah, jika air yang berada ditempat tinggi tersebut berjumlah 1 liter, sedangkan air yang berada di bawah berjumlah 10 liter, apakah air yang dibawah yang memilki jumlah lebih banyak akan mengalir ke atas yang memiliki jumlah air yang sedikit, tentu saja tidak, air tetap akan mengalir dari atas ke bawah walaupun jumlah air diatas tidak sebanyak air dibawah. sama halnya dengan panas, panas akan mengalir dari temperatur tinggi ke temperature lebih rendah bukan dari jumlah panasnya, dengan kata lain jika jumlah panas di A lebih besar dari panas di B, namun temperatur di A lebih besar dari B, maka panas akan mengalir dari A ke B, karena panas mengalir dari temperatur yang lebih tinggi ke yang lebih rendah, bukan dari banyak sedikitnya jumlah panasnya.

By: Davit susanto
inspired by: Robert L. Wolke

Kenapa Pesawat yang Berat Bisa Terbang ?

Mungkin sebagian dari  masih bertanya-tanya dalam hati kecil, mengapa pesawat yang memilki beban yang berat dapat terbang tinggi di langit? melalui tulisan ini saya akan menjelaskan secara ilmiah tentang hal tersebut, tentunya sesuai dengan buku-buku yang telah saya baca. Pada dasarnya terbangnya pesawat  sangat berkaitan dengan pergerakan fluida, dalam hal ini fluida yang dimaksud adalah udara. Setidaknya ada dua hukum yang berkaitan dengan proses terbangnya pesawat, yaitu Hukum Bernouli dan juga Hukum ke 3 Newton. dalam kaitannya dengan Hukum bernouli dapat kita lihat pada gambar disamping (gambar bentuk sayap pesawat dilihat  dari samping) pada gambar tersebut tampak udara mengalir menuju sayap pesawat dengan kecepatan yang sama, sayap pesawat tersebut memilik bentuk melengkung pada bagian atasnya. Saat udara melewati bagian melengkung sayap maka dibutukan kecepatan yang lebih besar dibandingkan dengan udara yang melalui sayap bagian bawah. karena jumlah  udara sebelum melewati sayap dan sesudah haruslah sama, karena bagian melengkung tersebut lebih panjang jaraknya  di bandingkan bagian bawah, maka udara yang melewati bagian atas harus bergerak lebih cepat(V2) dibandingkan udara yang melalui bagian bawah sayap(V1). karena V2 >V1 maka tekanan udara diatas (P2) akan lebih kecil dibandingkan tekanan udara dibawah (P1)  karena P1>P2  maka sayap akan terangkat keatas, sehingga pesawat dapat terbang. Jika kita tinjau dari Hukum ke 3 Newton (aksi=-reaksi). pada gambar terlihat bahwa (V2) bergerak menuju ke bawah artinya akan ada juga kecepatan yang akan menuju keatas (V1), dimana V1 merupakan reaksi dari aksi yang dilakukan V2  sehingga kecepatan V1 akan bergerak mendorong pesawat ke atas.

By : Davit Susanto